Peringati Isra Miraj Pesantren Bandung SMP kreatif iHAQi Tingkatkan Iman dan Taqwa

  • Beranda -
  • Peringati Isra Miraj Pesantren Bandung SMP kreatif iHAQi Tingkatkan Iman dan Taqwa
research

Peringati Isra Miraj Pesantren Bandung SMP kreatif iHAQi Tingkatkan Iman dan Taqwa

Pesantren Bandung SMP kreatif iHAQi Menggelar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1440 H. kegiatan yang telah mengusung tema “memperingati Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW (03/4/2019) itu, berjalan dengan lancar.

Pada acara Isra’ Mi’raj tersebut yang diselenggarakan di aula sekolah dihadiri oleh bapak kepala sekolah, kepala pesantrn seluruh dewan guru beserta staf karyawan dan seluruh santri SMP kreatif iHAQi maupun santri digital iHAQi dengan menghadirkan nara sumber Ust Noval.

Sebelum acara peringatan Isro’ Mi’roj dimulai, ada beberapa penampilan diantaranya : Group Rebana “Pesantren Digital”pimpinan Ustadz Noval dengan lagu perdananya “Bismillah”. Disusul penampilan Group Hadroh Rebana dengan Shalawat Simtudduror dari santri ikhwan dan akhwat pesantren digital.

Kemudian disusul penampilan Pidato olen santri akhwat SMP kreatif iHAQi. Sebelum pembicara memberikan tausiyahnya terlebih dahulu diawali Tilawatil Qur’an yang dibawakan oleh salah satu akhwat dari Pesantren digital.

Pada tausiyahnya Ust Noval. menjelaskan tentang peristiwa Isra Mi’raj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang sangat dramatik dan fantastik. Dalam tempo singkat, kurang dari semalam (minal lail) tetapi Nabi berhasil menembus lapisan-lapisan spiritual yang amat jauh bahkan hingga ke puncak (Sidratil Muntaha).

Walaupun terjadi dalam sekejap, tetapi memori Rasulullah SAW berhasil menyalin pengalaman spiritual yang amat padat di sana. Kalau dikumpulkan seluruh hadits Isra Mi’raj (baik sahih maupun (tidak), maka tidak cukup sehari-semalam untuk menceritakannya. Mulai dari perjalanan horizontalnya (ke Masjidil Aqsha) sampai perjalanan vertikalnya (ke Sidratil Muntaha). Pengalaman dan pemandangan dari langit pertama hingga langit ketujuh dan sampai ke puncak Sidratil Muntaha.

Ada pertanyaan yang mengusik. Mengapa Allah SWT memperjalankan hambanya di malam hari (lailan), bukan di siang hari (naharan)? “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(QS al-Isra [17]: 1).

Dalam bahasa Arab kata lailah mempunyai beberapa makna. Ada makna literal berarti malam, lawan dari siang. Ada makna alegoris (majaz) seperti gelap atau kegelapan, kesunyian, keheningan, dan kesyahduan; serta ada makna anagogis (spiritual) seperti kekhusyukan (khusyu’), kepasrahan (tawakkal), kedekatan (taqarrub) kepada Allah SWT.

Point yang dapat kita petik dari pengajian ini adalah perintah wajib shalat lima waktu, Shalat merupakan sebuah kewajiban bagi umat Islam yang telah baliq, berakal, suci, masuk waktu, dan juga perintah wajib shalat ini diistinbatkan melalui dalil Qath’i. Shalat termasuk salah satu rukun Islam, kalau dalam sebuah pekerjaan terdapat rukun yang tidak dikerjakan, maka pekerjaan tersebut batal, begitupula kalau shalat diabaikan maka Islamnya menjadi cacat.

Perjalanan  umat manusia akhir-akhir ini ada yang ganjil dengan perintah shalat, orang yang meninggalkan shalat menjadi hal biasa mereka lalai terhadap perintah Shalat. Berbagai alasan bagi mereka untuk mengabaikan shalat, mulai dari asyik internet-an, games, sibuk dengan pekerjaan, pakaian tidak suci dan alasan-alasan lainnya yang sering dijadikan sebagai alasan untuk tidak shalat. Padahal mereka mengetahui kewajiban shalat tersebut, namun enggan untuk melaksanakan.

Makna dari kewajiban yaitu sesuatu yang harus dilaksanakan, dalam kondisi apapun apabila ia meninggalkannya dengan sengaja maka ia berdosa. Bahkan orang sakit dan  musafir juga tidak luntur kewajiban Shalat. Seperti yang dijelaskan pembicara yang dinukil dalam QS. (4:103). “Inna sholata kanat alal mu’minina kitaban mauquta” sesungguhnya solat itu diwajibkan atas orang-orang mukmin dengan waktu yg telah ditentukan, sudahkah kita melaksanakan solat tanpa harus mendqodho’ nya..

“Adik-adik yang saya cintai….seberapakah sibuk kita didunia ini sehingga mungkin saja sering telat ataupun kurang tepat waktu dalam menjalankan sholat, Allah telah menentukan waktu solat bagi kaum muslim dgn segala kemungkinanya, kita tidak perlu khawatir akan terbaginya waktu kita dengan ibadah kita justru haruslah dapat menjadikan kita lebih disiplin waktu dalam pembagian menjalankan aktifitas dan juga beribadah pada Allah SWT” Pungkas Pak ustad

Pada Pukul  23.45 WIB tepat, akhirnya Do’a penutup dibacakan oleh beliau Bapak Ust Noval, berakhir pula Pengajian Umum dalam peringatan Isro’ Mi’roj Pesantren Bandung SMP kreatif iHAQi.