Mengajak Anak Bermusyawarah

  • Beranda -
  • Mengajak Anak Bermusyawarah
research

Mengajak Anak Bermusyawarah

Anak terkadang lebih memahami suatu permasalahan dibandingkan dengan orang tuanya. Ketika kondisinya demikian, orang tua wajib meminta saran atau bermusyawarah dengan sang anak atas permasalahan-permasalahan yang dikuasai sang anak. Sehingga anak-anak kita akan merasa bahwa keberadaannya tersebut dihargai oleh orang tua. Demikian pula, hendaklah orang tua tidak membodoh-bodohkan anaknya. Namun sebaliknya, sang anak pun wajib menyampaikan pandangan dan pendapatnya kepada orang tua dengan penuh kesantunan dan kelembutan.

Kondisi ini mungkin dapat tergambar jelas, ketika sang anak sudah mulai menginjak usia remaja, atau usia kuliah. Sementara dunia remaja atau dunia perkuliahan orang tua itu berbeda jauh antara masa orang tua dan masa sang anak. Sehingga hendaklah orang tua mendengarkan pandangan, pendapat dan saran anaknya, agar lebih jelas baginya permasalahan yang dihadapi oleh sang anak. Di samping, itu boleh jadi terkadang pendapat anak lebih tepat dalam beberapa kasus dibandingkan dengan pendapat orang tuanya.

Di antara hikmah lain orang tua meminta pendapat anak dalam suatu permasalahan yang dipahami sang anak adalah mengajarkan bahwa keluarga tidak dibangun atas model komando diktatoris, namun lebih kepada pola argumentatif. Oleh karena itu, hendaknya orang tua tidak selalu merasa bahwa pendapatnya itulah yang paling benar. Akan tetapi, orang tua sebaiknya mau mendengar saran dan pendapat anak-anaknya, apalagi jika didukung dengan alasan dan argumentasi yang jelas, sesuai dengan ilmu dan pengetahuan yang telah didapatkan oleh sang anak. Wallahu a’lam.